Melayani siapa saja untuk belajar fisika kapan saja dan dimana saja

Monday, March 22, 2021

Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Permasalahan Kontekstualnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Aplikasi GLB

Sahabat fisioner kali ini kita akan membahas topik tentang gerak lurus beraturan (GLB) dan permasalahan kontekstualnya dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat beberapa permasalahan kontekstualnya GLB dalam kehidupan sehari-hariDalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemukan peristiwa yang berkaitan dengan gerak lurus beraturan, misalnya orang yang berjalan dengan langkah kaki yang relatif konstan, mobil yang sedang bergerak, atau kereta api yang bergerak pada lintasan rel yang lurus dengan laju yang relatif konstan. Sudah tahukah sahabat fisioner dengan apa yang dinamakan gerak lurus beraturan? Untuk lebih memahaminya silahkan sahabat fisioner mempelajari topik gerak lurus beraturan (GLB) dan permasalahan kontekstualnya dalam kehidupan sehari-hari berikut ini. 

Topik: Gerak lurus beraturan (GLB) dan permasalahan kontekstualnya dalam kehidupan sehari-hari

1. Konsep gerak lurus beraturan (GLB)

Gerak lurus beraturan yang disingkat dengan GLB merupakan nama dari suatu gerak benda yang memiliki kecepatan beraturan. Bagaimanakah kecepatan beraturan itu? Tentu kalian sudah bisa mengerti bahwa kecepatan beraturan adalah kecepatan yang besar dan arahnya tetap sehingga lintasannya pasti berupa garis lurus.

Kalian mungkin pernah naik mobil dan melihat spedometernya yang menunjukkan nilai tetap dan arahnya tetap pula (misal 72 km/jam ke utara) maka pada saat itulah mobilnya bergerak GLB. Pesawat terbang yang sedang terbang pada ketinggian stabil dan kereta api pada jalan yang jauh dari stasiun akan bergerak relatif GLB. Disebut relatif GLB karena kecepatannya ada perubahan yang sangat kecil. Contoh lain benda yang bergerak GLB adalah mobil mainan otomatis.

Sifat gerak benda GLB dapat dijelaskan melalui grafik. Grafiknya dapat ditentukan dari eksperimen gerak mobil mainan dengan menggunakan kertas ketik. Grafik besar kecepatan v terhadap waktunya dapat dilihat seperti pada berikut.

2. Contoh soal gerak luurus bberaturan (GLB)

1. Sebuah sepeda motor bergerak dengan kecepatan tetap 20 m/s dari titik A ke titik B dalam waktu 2 sekon. Tentukan besar jarak yang ditempuh sepeda motor tersebut!

Penyelesaian

Diketahui:

v = 20 m/s

t = 2 s

Ditanyakan: x = …?

Jawab:

Persamaan matematis gerak lurus beraturan (GLB) adalah:

x = v.t

x = 20 . 2 = 40

      Jadi besar jarak yang ditempuh sepeda motor tersebut adalah 40 m

2.  A dan B mengendarai sepeda motor dari tempat yang sama. A berkecepatan 54 km/jam dan B berkecepatan 72 km/jam. Berapa selisih jarak keduanya jika telah berjalan selama 0,5 menit?

Penyelesaian

Diketahui:

va = 54 km/jam = 54.000 m/3600 s = 15 m/s

v= 72 km/jam = 72.000 m/3600 s = 20 m/s

t   = 0,5 menit  = 30 sekon

Ditanya      :  Δx = …?

Jawab:

x= v´ t  = 15 ´ 30 = 450 m      

x= v´ t  = 20 ´ 30 = 600 m

Δx  =  x– xA = 600 – 450 = 150 m.

Jadi besar selisih jarak keduanya adalah 150 m.

3. Permasalahan kontekstual gerak lurus beraturan (GLB) dalam kehidupan sehari-hari

  Putu berangkat ke sekolah pukul 06.58 wita karena terlambat bangun. Putu berjalan dari rumahnya dengan kecepatan tetap 1 m/s. Pintu gerbang sekolahnya tutup pukul 07.00 wita. Jika sekolahnya terletak 200 m dengan lintasan lurus. Apakah Putu akan terlambat ataukah tidak? Jelaskan jawaban anda disertai perhitungan!

Penyelesaian

Diketahui:

v = 1 m/s

t = 07.00 – 06.58 = 2 menit = 120 sekon (waktu yang tersisa)

x = 200 m

Ditanyakan t sampai di sekolah= …?

Jawab:

Menurut persamaan GLB

x = v.t

t = x / v = 200/1 = 200 sekon

Karena waktu untuk sampai ke sekolah 200 s lebih besar dari waktu yang tersisa sampai pintu gerbang tertutup 120 s, maka Putu terlambat sampai ke sekolah. 

Demikianlah penjelasan tentang gerak lurus beraturan (GLB) dan permasalahan kontekstualnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberikan wawasan dan memberikan semangat untuk senantiasa belajar fisika.

No comments:

Post a Comment